Uji Kompetensi, Karateka Indonesia Ikuti Kejuaraan Asia
Karateka Indonesia Umar Syarief melancarkan serangan ke arah karateka lawan senegaranya Fredian. ANTARA/Puspa Perwitasari
Berita terkait
TEMPO Interaktif, Jakarta - Karateka Indonesia bakal kembali ditempa kemampuannya. Sebelum berlaga di Sea Games, November mendatang, mereka akan diuji pada Kejuaraan Asia AKF Championsip di Gouangzhou, Cina pada 21-24 Juli mendatang.
Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate Do Indonesia Hendardji Soepandji berharap kejuaraan ini jadi ajang evaluasi kemampuan atlet pelatnas. "Diharapkan agar mereka tampil maksimal dan kemudian bisa dievaluasi apa saja yang perlu dibenahi," kata Hendardji, Rabu 13 Juli 2011.
Menurut Hendardji, AKF Championsip ini harus bisa dimanfaatkan untuk membaca peta kekuatan para pesaing Indonesia di SEA Games nanti. "Puncaknya harus tercapai pada SEA Games nanti, jika tidak sampai menjadi juara umum maka jelas ada sesuatu yang salah," ujarnya.
Menurut Hendardji, AKF Championsip ini harus bisa dimanfaatkan untuk membaca peta kekuatan para pesaing Indonesia di SEA Games nanti. "Puncaknya harus tercapai pada SEA Games nanti, jika tidak sampai menjadi juara umum maka jelas ada sesuatu yang salah," ujarnya.
Terdapat 23 atlet senior yang bakal diturunkan di Guangzhou. Selain itu, terdapat juga atlet junior dan cadet yang dikirimkan ke sana. "Jika ada atlet junior yang bisa mendapatkan medali, maka kami akan membantu persiapan untuk Kejuaraan Dunia," kata Hendardji.
Pelatih Pelatnas untuk nomor kata, Omita Olga Lumpi menyatakan bahwa di kejuaraan AKF ini ada peluang untuk bisa merebut medali perunggu. "Satu dari nomor kumite, dan satu lagi dari nomor kata," katanya. Omita menjelaskan bahwa memang perebutan untuk bisa menjadi yang terbaik di kejuaraan ini cukup berat. "Kita harus bersaing dengan negara-negara kuat seperti Malaysia, Jepang, dan juga Cina," ujarnya.
Omita menyatakan bahwa target utama keikutsertaan anak-anak asuhnya di Guangzhou ini tak lain untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat Asia Tenggara. "Kita berupaya mempelajari juga apa yang sudah dikembangkan dari pesaing-pesaing kita di SEA Games nanti," katanya.
Pelatih Pelatnas untuk nomor kata, Omita Olga Lumpi menyatakan bahwa di kejuaraan AKF ini ada peluang untuk bisa merebut medali perunggu. "Satu dari nomor kumite, dan satu lagi dari nomor kata," katanya. Omita menjelaskan bahwa memang perebutan untuk bisa menjadi yang terbaik di kejuaraan ini cukup berat. "Kita harus bersaing dengan negara-negara kuat seperti Malaysia, Jepang, dan juga Cina," ujarnya.
Omita menyatakan bahwa target utama keikutsertaan anak-anak asuhnya di Guangzhou ini tak lain untuk mengukur kemampuan mereka di tingkat Asia Tenggara. "Kita berupaya mempelajari juga apa yang sudah dikembangkan dari pesaing-pesaing kita di SEA Games nanti," katanya.
Apalagi, untuk tahun ini, nomor kata perorangan putri dan kata beregu putri bakal diikuti oleh wajah-wajah baru. Flenty Lenoh yang bakal turun di nomor perorangan sementara Yulianti Syafrudin, Sisilia Agustiani Ora, Dewi Prasetya Kurniawan mewakili Indonesia di kata beregu.
Omita menyatakan dengan kehadiran skuad baru ini, pihaknya lebih optimistis untuk mendapatkan medali dari kata beregu putri. "Saya merasa mereka sangat berpeluang untuk lolos ke final SEA Games. Berbeda dengan kata beregu putra yang memang harus meraih medali emas," ujarnya.
Omita menyatakan dengan kehadiran skuad baru ini, pihaknya lebih optimistis untuk mendapatkan medali dari kata beregu putri. "Saya merasa mereka sangat berpeluang untuk lolos ke final SEA Games. Berbeda dengan kata beregu putra yang memang harus meraih medali emas," ujarnya.
Dua tahun lalu, nomor kata mempersembahkan dua medali emas di SEA Games Laos 2009. Medali emas memang menjadi milik kata beregu putra dan Faizal Zainuddin yang turun di nomor kata perorangan putra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar